Sebuah perjalanan menuju kemuliaan lewat Puisi dan berlayar ke dermaga kesederhanaan demi cinta tulus kepada seseorang. Apa yang aku tulis hari ini adalah perlayaran kita di masa depan nanti, sebagai saksi keringat dari tangan-tangan anak desa untuk menduniakan keikhlasan kata.
Minggu, 12 Agustus 2018
Tengok Merah Putih
Kisah tanah ini pernah menggegerkan
Kisah pejuang yg mencari kebebasan pada tombak bambu runcing berbaur darah yang tumpah dari ujung-ujung liang derita
Membungkuk tua sudahlah engkau kan elok tengok merah putih
.
Dari kisah tanganmu ku sisip sebongkah rasa hormat
Lambaian mata menuju satu titik kemerdekaan walau cemas diterjang usia
Menarilah selagi merah putih ku junjung hingga paham akan kemerdekaan
.
Damai - tawamu dan seruan
Damai - Pusakanagara dan tanah air
Damai - teruntuk kemerdekaan dunia dan Pancasila
Damai - teruntuk kesejahteraan dan merah putih
.
Ambon, 17 Agustus 2017
- Setyawan Samad
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018 Memperingati Hari Puisi Nasional 2018 Tepat pada 28 April 2018 saya membacakan mantra puisi di aca...
-
Ketahuilah mahina, akan ku siap kan kadera sederhana dari gaba-gaba, jika kelak kau pulang dari perek dan membawa pala tertumpuk di taki...
-
Tenang saja mahina, kini kita terlarut dalam senja yang bertumpu di balik cinta kita. Bertataplah jika kamu mulai lelah dan bersandarlah...
-
Dibalik luka penantian, terdengar segelintir orang menertawai aku yang hendak berdiri hingga tak kunjung pulang oleh luka . Dibalik luk...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar