Sebuah perjalanan menuju kemuliaan lewat Puisi dan berlayar ke dermaga kesederhanaan demi cinta tulus kepada seseorang. Apa yang aku tulis hari ini adalah perlayaran kita di masa depan nanti, sebagai saksi keringat dari tangan-tangan anak desa untuk menduniakan keikhlasan kata.
Sabtu, 21 Juli 2018
Wisata Rindu
Teruntuk Andro Meda & Natalina
Selamat datang kekasih, di pemandian rinduku
Telah ku sediakan perahu untuk pelayaran kita
Di atas perkakas restu dan segenggam ikatan
Menuju dermaga cinta taman surga
Aku siap menjadi jangkar jika kau lelah berlayar
Kan ku siapkan layar pada altar hidup yang berkibar
Pintaku padamu kekasih hati
Temanilah aku menyeberangi rindu
Itulah wisata percintaan kita
Pada kau yang bergelar istri
Ku hadiahkan selilit rindu yang Kudus
Ku kemudikan sama arahnya dan kau pun begitu
Jika kau tak kuat akan gelombang, kita kan sejenak bertepi
Jika aku tertidur pulas, itu berkat kau selimut alami
Kekasih, basahlah bersamaku
Kekal hingga penghujung waktu
Tuhan telah merawat semua di pelaminan rindu
Kita adalah takdir tuhan yang paling berkat di altar cinta laut biru.
Ambon, 21 Juli 2018
- Setyawan Samad
" Selamat menyeberangi wisata rindu yang kekal atas berkat Tuhan "
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018 Memperingati Hari Puisi Nasional 2018 Tepat pada 28 April 2018 saya membacakan mantra puisi di aca...
-
Ketahuilah mahina, akan ku siap kan kadera sederhana dari gaba-gaba, jika kelak kau pulang dari perek dan membawa pala tertumpuk di taki...
-
Tenang saja mahina, kini kita terlarut dalam senja yang bertumpu di balik cinta kita. Bertataplah jika kamu mulai lelah dan bersandarlah...
-
Dibalik luka penantian, terdengar segelintir orang menertawai aku yang hendak berdiri hingga tak kunjung pulang oleh luka . Dibalik luk...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar