Sebuah perjalanan menuju kemuliaan lewat Puisi dan berlayar ke dermaga kesederhanaan demi cinta tulus kepada seseorang. Apa yang aku tulis hari ini adalah perlayaran kita di masa depan nanti, sebagai saksi keringat dari tangan-tangan anak desa untuk menduniakan keikhlasan kata.
Jumat, 22 Juni 2018
Marina Dan Takiri Kesayangan
Ketahuilah mahina, akan ku siap kan kadera sederhana dari gaba-gaba, jika kelak kau pulang dari perek dan membawa pala tertumpuk di takiri kesayanganmu
Aku sudah siap dengan cakalang dan teh kayu manis, yang siap kita hidangkan untuk perayaan senyum lelah di balik pohon taliu itu, hingga demi apa pun itu, kau adalah mahina yang penuh tewer pala dan aku masih beraroma amis di roda-roda tanjung burang tanpa tahu bahwa cinta kita sedang tidak baik-baik saja.
- Setyawan Samad, Neira 28/07/17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018 Memperingati Hari Puisi Nasional 2018 Tepat pada 28 April 2018 saya membacakan mantra puisi di aca...
-
Ketahuilah mahina, akan ku siap kan kadera sederhana dari gaba-gaba, jika kelak kau pulang dari perek dan membawa pala tertumpuk di taki...
-
Tenang saja mahina, kini kita terlarut dalam senja yang bertumpu di balik cinta kita. Bertataplah jika kamu mulai lelah dan bersandarlah...
-
Dibalik luka penantian, terdengar segelintir orang menertawai aku yang hendak berdiri hingga tak kunjung pulang oleh luka . Dibalik luk...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar