Terkadang aku ingin menjadi matamu yang dengan tenang memandang apa di hadapmu
Menjadi kuat ketika kau sedih bahkan riang untuk perih
.
Menjadi matamu mungkin aku tenang tanpa ada kecemasan lagi
Bagaimana tidak?
Aku tak bayangkan jika rasanya aku menjadi mu yang menatap diriku
.
Ambon, 30 Agustus 2017
- Setyawan Samad
Sebuah perjalanan menuju kemuliaan lewat Puisi dan berlayar ke dermaga kesederhanaan demi cinta tulus kepada seseorang. Apa yang aku tulis hari ini adalah perlayaran kita di masa depan nanti, sebagai saksi keringat dari tangan-tangan anak desa untuk menduniakan keikhlasan kata.
Minggu, 12 Agustus 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018 Memperingati Hari Puisi Nasional 2018 Tepat pada 28 April 2018 saya membacakan mantra puisi di aca...
-
Ketahuilah mahina, akan ku siap kan kadera sederhana dari gaba-gaba, jika kelak kau pulang dari perek dan membawa pala tertumpuk di taki...
-
Tenang saja mahina, kini kita terlarut dalam senja yang bertumpu di balik cinta kita. Bertataplah jika kamu mulai lelah dan bersandarlah...
-
Dibalik luka penantian, terdengar segelintir orang menertawai aku yang hendak berdiri hingga tak kunjung pulang oleh luka . Dibalik luk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar