Sebuah perjalanan menuju kemuliaan lewat Puisi dan berlayar ke dermaga kesederhanaan demi cinta tulus kepada seseorang. Apa yang aku tulis hari ini adalah perlayaran kita di masa depan nanti, sebagai saksi keringat dari tangan-tangan anak desa untuk menduniakan keikhlasan kata.
Jumat, 22 Juni 2018
Luka Tua
Seperti apa yang di lakukan VOC ke para Upu, perjuangan ini masih membekas ketika saudara ini saling Menjajah
Kepada kesadaran dan ke prihatinan, dan sebagai mana yang semesta tahu
Jagalah persaudaraan hingga kita bersahaja dengan bakasang dan pala
Karena,
Kita anak zaman yang tak luput dari genggaman parang dan salawaku
Kita anak zaman yang tak luput dari gong 9 dan tiwal
Kita anak zaman yang tak luput dari kabata-kabata para Upu
Maka dari apa pun itu percayalah kita punya Banda Neira .
- Setyawan Samad, Ambon, 31/07/17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018 Memperingati Hari Puisi Nasional 2018 Tepat pada 28 April 2018 saya membacakan mantra puisi di aca...
-
Ketahuilah mahina, akan ku siap kan kadera sederhana dari gaba-gaba, jika kelak kau pulang dari perek dan membawa pala tertumpuk di taki...
-
Tenang saja mahina, kini kita terlarut dalam senja yang bertumpu di balik cinta kita. Bertataplah jika kamu mulai lelah dan bersandarlah...
-
Dibalik luka penantian, terdengar segelintir orang menertawai aku yang hendak berdiri hingga tak kunjung pulang oleh luka . Dibalik luk...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar