Sebuah perjalanan menuju kemuliaan lewat Puisi dan berlayar ke dermaga kesederhanaan demi cinta tulus kepada seseorang. Apa yang aku tulis hari ini adalah perlayaran kita di masa depan nanti, sebagai saksi keringat dari tangan-tangan anak desa untuk menduniakan keikhlasan kata.
Jumat, 22 Juni 2018
Kereta Tujuanmu
Tak banyak yang bisa ku kisahkan bila kau belum melangkah dan beranjak
Sepasang sendal jepit inilah yang akan menemani mu melekat erat di telapak tanah, menumpu semua beban bila mana iya lelah
Karena bukan lagi aku yang hanya melihat mu dari sela-sela kelopak mata dan melambai seakan kau tak ingin kembali
Bawalah iya pergi bila iya telah lelah dan berikan iya kursi bersandar setidaknya iya bisa beristirahat sejenak menepi di balik jendela kereta itu
Dekatmu hari itu aku rasa sudah cukup, sekarang aku telah siapkan kereta ini untuk mu sampai tujuan dan menemui jarak antara kita
.
- Setyawan Samad, Ambon 08/08/17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018
MANTRA HARI PUISI NASIONAL 2018 Memperingati Hari Puisi Nasional 2018 Tepat pada 28 April 2018 saya membacakan mantra puisi di aca...
-
Ketahuilah mahina, akan ku siap kan kadera sederhana dari gaba-gaba, jika kelak kau pulang dari perek dan membawa pala tertumpuk di taki...
-
Tenang saja mahina, kini kita terlarut dalam senja yang bertumpu di balik cinta kita. Bertataplah jika kamu mulai lelah dan bersandarlah...
-
Dibalik luka penantian, terdengar segelintir orang menertawai aku yang hendak berdiri hingga tak kunjung pulang oleh luka . Dibalik luk...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar